Yoshino Tsugumi adalah seorang
siswa sekolah menengah atas. Tsugumi adalah anak yang terbilang ceroboh,
terkadang lambat dalam memproses sesuatu dan tidak terlalu pandai di bidang
akademis. Suatu hari, Tsugumi dan kedua orang sahabat perempuannya pergi ke
rumah kaca yang ada di lingkungan universitas (sekolah Tsugumi lengkap dari
tingkat bawah sampai jenjang universitas). Mereka bertiga berkeliling di dalam
rumah kaca sambil menceritakan kisah seram yang berasal dari rumah kaca
tersebut. Di tenga-tengah cerita mereka, tiba-tiba muncullah sesuautu yang
berwarna putih dan terbang di dekat mereka. Tsugumi yang ketakutan tidak bisa
lari kemana-mana sedangkan kedua temannya sudah lari melesat entah ke mana.
Ternyata bayangan putih yang
melasat tadi adalah seekor burung hantu berwarna putih. Dari balik pepohonan,
muncullah laki-laki bertubuh tinggi dan besar. Burung hantu tersebut bertengger
di tangan laki-laki tersebut. Laki-laki itu pun menyuruh Tsugumi untuk pergi
dengan tenang dari rumah kaca itu. Tsugumi pun menuruti perintah laki-laki yang
tidak dia kenal itu. Sambil terus melangkah, Tsugumi berbicara sendiri kepada
dirinya dengan suara lantang dan tiba-tiba dia terpeleset dari tangga.
Laki-laki asing itu pun membantu Tsugumi untuk berdiri. Entah kenapa Tsugumi
tidak bisa melepaskan pandangannya dari mata laki-laki asing itu. Di malam yang
sepi, Tsugumi merasa tenggelam ke dalam mata itu dan juga sentuhan laki-laki
itu. Tsugumi pun jatuh pingsan...
Keesokan harinya, Tsugumi pergi
ke sekolah seperti biasa. Dia masih tidak bisa melupakan malam di rumah kaca
itu dan juga dengan lelaki asing itu. Laki-laki itu diketahui bernama Kamijo
Shizuka, seorang mahasiswa S2. Tsugumi tidak sengaja menemukan kartu mahasiswa
Shizuka ketika di rumah kaca. Dengan semangat untuk menemui laki-laki itu lagi,
Tsugumi berencana untuk mengembalikan kartu mahasiswa tersebut nanti sore
setelah jam sekolah usai. Sejak pertama kali bertemu dengan Shizuka, Tsugumi
tidak bisa melupakan sosok laki-laki itu. Tapi ternyata Tsugumi tidak perlu bersusah
payah untuk pergi ke gedung kampus, karena ternyata Kamijo Shizuka menjadi
asisten profesor yang mengajar di sekolah Tsugumi.
Bagaimanakah kisah selnajutnya?
Simak dan bacalah kelanjutan dari cerita cinta antara seorang murid SMA dengan
gurunya dalam komik yang berjudul Ultimate
Love.
Komik Ultimate Love adalah komik ke-17 yang dikarang oleh mangaka Mitsuki
Kaco. Komik ini sendiri di Jepang terbit pada tahun 2011 dengan judul asli Sai x Ai dan diterbitkan oleh penerbit
SHOGAKUKAN. Di Indonesia sendiri komik ini terbit pada tahun 2013 oleh m&c (PT GRAMEDIA). Komik ini tamat
dalam dua buku.
Mitsuki-sensei memiliki goresan
tangan yang cukup berbeda dengan mangaka lain yang pernah aku baca komiknya.
Bersasarkan beberapa komik karangan Mitsuki-sensei yang telah kubaca, aku
menemukan bahwa Mitsuki-sensei cukup sering menggambarkan karakter utama
laki-laki dengan sosok yang tinggi besar dengan rambut hitam dan cukup
gondrong. Sering ditemukan, bahwa karakter laki-laki digambarkan sebagai
laki-laki yang tenang, dewasa, perokok, menggunakan kaca mata dan cukup jahil.
Sedangkan karakter perempuannya digambarkan dengan sosok perempuan yang kecil,
ceria, terkadang ceroboh, berambut panjang berwarna cokelat (atau tidak diarsir
hitam jika di dalam komiknya) dan berpikiran positif namun terlihat cukup
lemah.
Cerita yang diangkat oleh
Mitsuki-sensei kali ini menurut pandanganku kurang menarik. Menurutku ada
beberapa hal yang kurang di dalam cerita ini. Pertama, karakter utama perempuan yang digambarkan terlalu ceroboh
dan kurang cerdas. Menurutku karakter utama perempuan kali ini sungguh tidak
menarik. Tsugumi digambarkan sebagai seorang gadis yang terlalu ceroboh dan
kekanakan tetapi dia bisa sangat beruntung untuk mendapatkan Shizuka yang
pintar dan dewasa. Kedua,
diceritakan bahwa Shizuka mengenal kakak Tsugumi yang bernama Takako. Takako
tidak percaya bahwa Tsugumi akan aman di tangan Shizuka dan sepertinya ada
konflik tersendiri antara Takako dengan Shizuka. Tetapi permasalahan antara
Takako dan Shizuka tidak dijelaskan lebih dalam dan ini membuatku cukup
bertanya-tanya ada apa dengan mereka.
Ketiga,
akhir cerita dalam komik ini cukup mengecewakan. Bayangkan saja bagaimana bisa
Shizuka melepaskan kesempatan berharga yang akan menunjang karier serta
penelitiannya hanya karena dia tidak ingin meninggalkan Tsugumi. Menurutku ini
cukup tidak masuk akal dan amat disayangkan. Kenapa akhir ceritanya tidak
dibuat seperti Tsugumi diam-diam memajukan dirinya dan mengasah suatu
ketrampilan diri yang dapat membuatnya menyusul Shizuka dan dapat bersama
Shizuka sebagai seorang perempuan yang memiliki prestasi tersendiri. Menurutku
begitu akan lebih menarik.
Aku suka dengan karya
Mitsuki-sensei tapi aku tidak bisa memaksakan diriku untuk menemukan
ketertarikan terhadap komik ini lebih jauh. Tapi aku suka dengan karakter
Kamijo Shizuka. Entah kenapa aku selalu suka dengan karakter laki-laki yang
digambarkan oleh Mitsuki-sensei (>w<). Dibandingkan dengan komik yang
kali ini kubahas, aku lebih suka dengan komik Mitsuki-sensei yang lain seperti Ai Hime Love & Secret, Kiss Hug (yang belum terbit juga di
Indonesia TT_TT), dan masih banyak lagi.
Yak sekian ulasan kali ini,
Selamat membaca komik!
sagifuru.

No comments:
Post a Comment